open-recruitment-persma-universitas-asahan

Kades Aek Loba Apresiasi Pengolahan Pupuk dari Bonggol Pisang oleh Mahasiswa KKN UNA

Dibaca 0 kali
Jangan lupa tekan tombol laik en share ya gaes. SHARE:

Persma Grahita - Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik Terpadu (KKN TT) Universitas Asahan Kelompok 08 Desa Aek Loba Kecamatan Aek Kuasan melalukan pengolahan bonggol pisang menjadi pupuk organik cair pada Jumat (13/03/2020).

Masyarakat Desa Aek Loba yang mayoritas bertani tentunya membutuhkan sarana dan prasarana produksi untuk merawat dan mengembangkan tanaman budidayanya, salah satunya adalah pupuk. Kebanyakan para petani di desa Aek Loba mendapatkan pupuk dengan cara membeli dari toko pertanian, padahal terdapat banyak sumber daya yang dapat dimanfaatkan sebagai pupuk organik.

Salah satu sumber daya yang dapat dimanfaatkan sebagai pupuk organik adalah bonggol pohon pisang. Di Desa Aek Loba terdapat banyak sekali pohon pisang yang tumbuh baik secara liar maupun hasil tanaman warga. Biasanya pohon pisang di Desa Aek Loba hanya dipanen buahnya kemudian tanamannya dibiarkan mati, padahal bonggol pisang dapat digunakan sebagai bahan pembuatan pupuk yang baik.

Pohon pisang yang sudah dipanen dan tidak berbuah banyak terdapat disekitar lahan warga dan belum termanfaatkan karena kurangnya pengetahuan warga terkait pengolahan bonggol pohon pisang sebagai pupuk organik cair. Hal itu kemudian memotivasi Mahasiswa KKN UNA Kelompok 08 Desa Aek Loba melakukan inovasi memanfaatkan bonggol pohon pisang menjadi pupuk organik cair.


Alat dan bahan yang dibutuhkan sangat mudah. Alat yang dibutuhkan adalah parang, wadah (toples), karung bekas. Bahannya adalah bonggol pohon pisang (2kg), gula merah (250 gr), EM-4 (untuk mempercepat penguraian bahan).

Cara pembuatan pupuk organik cair dari bonggol pohon pisang sangat mudah yaitu, ambil bonggol pohon pisang yang sudah dipanen, bonggol pohon pisang dipotong kecil-kecil. Kemudian dimasukkan kedalam toples dan ditambahkan 250 gr gula merah, 3 tutup botol EM-4, dan 4 liter air. Semua bahan diaduk dengan rata lalu toples ditutup, dan setiap sehari sekali toples dibuka untuk melepaskan kelebihan gas. Pupuk organik cair akan siap digunakan dalam waktu 14 hari. 

Bersama petani dan didampingi dengan Bintara Pembina Desa (Babinsa) Koramil 16/PR, Mahasiswa KKN UNA  mempraktikan secara langsung pembuatan pupuk organik cair ini sehingga dapat menjadi ilmu yang bisa diaplikasikan di Desa Aek Loba. 


Menurut Gilang Septiriawan salah satu Mahasiswa KKN UNA Kelompok 08 Desa Aek Loba, kegiatan ini bertujuan untuk memberikan wawasan kepada masyarakat desa untuk memanfaatkan sumber daya yang ada disekitar. 

"Kami melihat di Desa Aek Loba banyak pohon pisang yang sudah dipanen dan tidak dimanfaatkan, maka dari itu kami mencoba mengolah bonggol pisang menjadi pupuk organik sebagai pengganti pupuk anorganik yang dapat dimanfaatkan oleh masyarakat sekitar", ungkapnya. 

Menanggapi hal tersebut, Kepala Desa Aek Loba Ir. Ponimin mengapresiasi kegiatan ini. 

"Pembuatan pupuk yang adik-adik ajarkan ini sangat bagus untuk petani karena bahannya mudah dan murah, sehingga petani dapat memanfaatkan sumber daya yang ada disekitar desa ini menjadi pupuk organik dan tidak lagi bergantung pada pupuk anorganik", ungkapnya. (PM02)
Baca Juga